Granit Xhaka Pincang, Bos Arsenal Mikel Arteta Harap-Harap Cemas
Mikel Arteta harap-harap cemas setelah terpaksa menarik keluar Granit Xhaka saat Arsenal rajai London utara dengan mengalahkan Tottenham Hotspur 3-1, Mingu (26/9).
Sang gelandang tertimpa Lucas Moura yang terjatuh akibat tekel Thomas Partey dan harus dibantu keluar lapangan oleh tim medis setelah dirawat di lapangan.
Kabar ini menodai kemenangan manis atas sang rival sekota, dan bos The Gunners itu cemas pemainnya bisa absen berkepanjangan.
“Saya lumayan cemas karena tidak terlihat terlalu positif untuk saat ini,” aku Arteta pada konferensi pers pasca-laga saat ditanyai soal cedera kapten Swiss itu.
Bergabung dari Borussia Monchengladbach 2016 lalu, pemain 28 tahun itu membuktikan bahwa ia merupakan sosok sentral bagi Arsenal di masa transisi.
Sebagai salah satu dari tiga pemain yang start saat menjuarai Piala FA 2017 dan 2020, Xhaka bertindak sebagai penghubung antara era Arsene Wenger dan para penerusnya.
Perannya di klub memang tak selalu dinilai positif, tetapi sebelum ia ditarik keluar kontra Spurs, penampilannya adalah bukti mengapa pihak klub memperpanjang kontraknya hingga tiga tahun.
Dengan tak berkompetisi di Eropa, manajemen kebugaran pasukan Arteta setidaknya menjadi sedikit lebih mudah dibandingkan raksasa Liga Primer yang lain.
Mereka, alih-alih, akan berusaha memulai Oktober dengan langsung tancap gas saat melawat ke Brighton.
The Seagulls bisa jadi sedang berada di puncak klasemen saat kedua klub bertemu, dengan pasukan Graham Potter menjadi salah satu kejutan awal musim ini.